Monday, July 20, 2009

Untuk Kali Kedua Ibu Wawako Batam menghadiri Wisuda LPGTKI Ar Risalah

Di Sabtu pagi, tepatnya tanggal 18 Juli 2009, Ibu Wawako Batam, Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika, SE datang ke Hotel Nagoya Plaza untuk menghadiri Wisuda Mahasiswi LPGTKI Ar Risalah Angkatan ke VIII, tahun ajaran 2008 - 2009, tepatnya diruang Bantimurung lantai 3. Infonya, jumlah mahasiswi LPGTK Ar Risalah dari angkatan I sampai dengan angkatan VIII totalnya kira2 233 mahasiswi, dan pada kali ini jumlah mahasiswi yang diwisuda berjumlah 36 orang.

Hadir pula Direktur LPGTKI Ar Risalah, Ibu Nina Fitriani, S.Si, Ketua Yayasan Ar Risalah yaitu Bp. Ir. Ricky Indrakari, penceramah yaitu Bp. Ust. Abdurrahman, Lc, dari Dinas Pendidikan, ketua PLS ( Pendidikan Luar Sekolah) yaitu Bpk. Muhammad Nur, dan perwakilan dari IGTK, IGRA, dan TK se Kota Batam.

Dalam kesempatan itu, Ibu Wawako memaparkan sambutannya , diantaranya adalah bahwa pendidikan sangat penting, dan bahkan untuk menjadi seorang tenaga pengajar/ Guru minimal pendidikan kita harus Strata 1 (S1), beliau juga menyampaikan bahwa penduduk dengan kebutuhan guru itu berbanding lurus, artinya bahwa tenaga pengajar/ guru sangat diperlukan sekali. Baliau juga menyarankan kepada para mahasiswi yang sekarang diwisuda untuk jangan berpuas sampai disini, karena perjalanan mereka masih panjang, mereka harus mengup grade dan mengup date diri agar menjadi tenaga pengajar yang handal. Tidak lupa juga beliau mengucapkan selamat kepada Yayasan Ar Risalah dan LPGTKI Ar Risalah dibawah bimbingan Ibu Nina Fitriani, S.Si dari waktu kewaktu semakin banyak jumlah mahasiswanya, agar dikemudian hari harus mengembangkan kurikulumnya, agar tenaga pengajar yang dihasilkanyya bisa diandalkan.

Tak lupa diakhir sambutan beliau, beliau membacakan pantun....

"Sungguh lebat buah lada
Lada dijual di Nagoya
Dimanapun Anda berada
Tuntutlah ilmu dengan sempurna"

"Nelayan memasang pukat
Pukat dipasang ada empat
Anak didik dibekali ilmu yang bermanfaat
Sebagai bekal dunia dan Akhirat"


(li2)

Monday, June 15, 2009

Ibu Wawako Batam menghadiri Acara Temu BBC di BCS Mall

Di siang hari, tepatnya di hari Sabtu, tgl 13 Juni 2009 Ibu Wawako Batam, Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika, SE bersama anak2, termasuk anak terkecilnya yang baru menginjak usia 2,5 bulan menghadiri acara temu BBC ( Batam Blogger Community ) di atrium BCS Mall.

Acara Temu Blogger ini juga dibarengi dengan acara penyerahan hadiah lomba Blog yang diadakan beberapa waktu lalu, lomba ini diselenggarakan oleh BBC dan didukung oleh Pemko Batam beserta Visit Batam 2010, Flexy, Speedy, Batam Fm...dan Sponsor lainnya yang mendukung acara tersebut, dalam kesempatan ini hadir Ir. Ria Saptarika, penasehat BBC yang tak lain adalah Wakil Walikota Batam, hadir pula Bp. Syamsul Bahrum , Asisten Ekonomi & Pembangunan, Enda Nasution Bapak Blogger Indonesia, dan para Blogger - blogger di Kota Batam.

Dikesempatan ini juga, Ibu Suparti, SE menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Blog..diantaranya ada siswa SMP kelas 1 yang mendapatkan hadiah berupa laptop dan ada pula yang mendapatkan HP Balckberry.

Kegiatan ini mencerminkan bahwa Kota Batam sedang mencanangkan kedepannya untuk menjadi Kota Digital Island, dimana perkembangan ITnya sudah mulai meningkat dan sudah ada beberpa titik Hotspot di Kota Batam ini, yaitu di Kawasan Taman Engku Putri Batam Center, Kawasan Pasar Tiban Center, Kantor Camat Sagulung, dan dibeberapa tempat lainnya, rencananya untuk ke depan Ir. Ria Saptarika akan menciptakan titik hotspot tersebut didaerah-daerah HInterland, semoga rencana - rencana Bapak penasehat BBC kita ini akan segera terwujud..Amien....(li2.)

Thursday, February 12, 2009

Orang Tua Harus Lebih Peka

Tuesday, January 13, 2009

Siapa Peduli Palestina


Aku (pakai jilbab pink) diantara masyarakat Batam yang peduli akan nasib Palestina mengikuti munasharah/penggalangan dana di Batam Center.

Inilah amplop uang hasil celengan yang sudah Zhilla serahkan ke sekolahnya untuk Palestina.


Sungguh luar biasa pemberitaan yang kita saksikan dua minggu terakhir ini, dimana Isrel menggempur Gaza dengan membabi buta dan tidak berperikemanusiaan dengan merasa tidak ada yang bisa menandingi kebiadaban israel ini, maka israel semakin menjadi jadi.

Sungguh benar benar tragis PBB pun tak bisa berkutik. Namun di berbagai belahan dunia, masyarakat dunia baik itu yang muslim maupun bukan, semua mengutuk tindakan israel.
Sekarang apa yang sudah atau apa yang akan kita lakukan demi membantu saudara saudara kita di palestina? dan menghentikan semua kebiadaban israel.

Sampai hari ini berita terakhir korban di palestina mencapai 900 ribu jiwa yang sebagian besar adalah anak anak.

Sekali lagi apa yang sudah kita lakukan untuk membantu penderitaan saudara kita di Palestina?

Ketika Rasulullah memerintahkan kepada para sahabat untuk menginfaqkan sebagian harta mereka untuk jihad fisabilillah, ketika itu akan terjadi perang tabuk yang terjadi pada bulan Rajab,tahun ke-9 Hijri, maka dengan serta merta para sahabat menyambut baik seruan itu, termasuk Umar Bin Khatab yang menginfaqkan sebagian harta yang dimilikinya, begitu juga dengan Abu Bakar Siddiq, ketika ditanya oleh Rasulullah berapa yang diinfaqkan, maka Abu Bakar menjawab "semua ya Rasulullah", lalu Rasulullah berkata lantas apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu? lalu Abu Bakar menjawab "Allah Dan RasulNya".

Subhanallah...
Sekarang kita bisa mengambil ibrah/pelajaran dari sifat sifat atau karakter dari pada para pendahulu kita, terutama di masa para sahabat ketika itu.

Terus terang saya sangat terharu manakala, ketika beberapa hari yang lalu saya mendapati putri kedua saya, Zhilla yang kini baru kelas 5 SDIT UA Tiban, sedang membongkar celengannya yang dari kaleng, susah payah dia membukannya sehingga meminta bantuan saya, ketika saya tanya untuk apa celengannya di bongkar, dia menjelaskan bahwa uang dari celengan ini akan di infaqkan untuk saudara/kawan kawan di Palestina, yang kata Zhilla banyak teman teman di sana terluka parah, untuk beli obat dll, lalu dia mengatakan mengetahui itu semua dari bu Guru, lihat di internet dan cerita dari Ummi. Dan yang membuat saya lebih terharu lagi Zhilla menginfaqkan semua uang yang ada di celengannya itu.

Akhirnya apa yang telah dilakukan oleh anak2 dan juga oleh Zhilla, semoga ananda mendapat berkah dan membuat kita untuk lebih lagi berbuat demi kemerdekaan bumi Palestina. Dan tak lupa mari kita do'akan semoga perjuangan rakyat Palestina tidak sia sia.




Inilah adalah beberapa bait nasyid tentang palestina.

Untukmu jiwa jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-aqso tercinta

Kami akan berjuang
Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban demi Islam yang mulia

Untukmu Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu Al-Aqso yang mulia
Kami kan terus bersamamu

Ya Rabbi izinkanlah kami
Berjihad di Palestina-Mu
Ya..Allah masukkanlah kami
tercatat sebagai syuhada-Mu

(Shoutul Harokah)

Thursday, January 08, 2009

Santunan Istri Pejabat di Hari Asyura


Gabungan Majlis Taklim (MT) se-Kota Batam menyantuni 1.060 yatim piatu dalam rangka peringatan hari asyura 10 Muharram 1430H yang jatuh pada tanggal 7 januari 2009 di Politeknik Batam, Rabu (7/1). Kegiatan yang diberi nama "Peduli Terhadap Seribu Anak Yatim" ini berlangsung sukses dan meriah.

Istri Wali Kota Batam sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Marianna Ahmad Dahlan mengatakan sangat bersyukur dengan suksesnya acara tersebut. " Ya, harapan saya ditahun-tahun yang akan datang semakin banyak dermawan yang peduli terhadap anak yatim, karena mereka merupakan generasi penerus di Kota Batam, nantinya, " Kata Mariana.

Sementara itu Ketua Panitia acara sekaligus Ketua I Taklim Anggrek Mas Hj. Dewi Andriani mengatakan, peringatan Hari Asyuraini bukanlah yang pertama dilakukan di batam. Ini merupakan perayaan yang ke-4 dari gabungan MT se-Kota Batam, tujuannya sebagai bentuk pengabdian untuk menyenangkan hati anak yatim piatu, karena hari asyura merupakan hari raya anak yatim piatu.

Ada 13 MT yang tergabung dalam perayaan Asyura tersebut, diantaranya MT Alkaromah, Humairah, Amanatul Ummah, Anggrek Sari, Baitussyakur, Masturah, Babussalam, Pabis, Al Huda, Al Misbah, BKMT Bengkong, Batam Kota dan Lubuk Baja." Setiap MT membawahi 600-100 anak yatim dari masing-masing daerahnya," tambahnya.

Pembiayaan untuk pelaksanaan kegiatan ini dan sumbangangan yang diberikan kepada anak yatim berasal dari gabungan MT dan beberapa donatur lainnya. "Dana yang telah terkumpul diberikan kepada 1060 anak yatim piatu berupa bingkisan makanan dan uang saku sebesar Rp 100Ribu per orang secara langsung," pungkasnya.

Acara tersebut juga dihadiri beberapa Pejabat instansi di Kota Batam, diantaranya Ketua DPRD Kota Batam Soeryo Respationo, Ketua Piswan sekaligus penanggung jawab acara Rekaveny Suryo, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Suparti Ria Saptarika, Ibu-ibu Bhayangkari dan lainnya.

Sumber : Batam Pos
Edisi : Jum'at, 9 Januari 2009

Tuesday, November 25, 2008

Senyum Membuat Hidup Lebih Berarti

Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum akan kemuliaan dan kebesaran pribadi Muhammad saw.

Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, dan sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.

Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman.

Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S An Naml:19)

Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.

فهذا جرير -رضي الله عنه- يقول -كما في الصحيحين-: ما حَجَبني رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- منذُ أسملتُ، ولا رآني إلا تَبَسَّم في وجهي.

Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata,

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”

Suatu ketika Muhammad saw didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad, sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras,

“Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ituk serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.


يقول كعب -رضي الله عنه- بعد أن ذكر اعتذار المنافقين وحلفهم الكاذب: فَجِئْتُهُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ، ثُمَّ قَالَ «تَعَالَ» . فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ.


Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka: “Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”

Suatu ketika Muhammad melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.
Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci ini, sampai akhir detik-detik hayat beliau.

- يقول أنس -كما في الصحيحين-: بينما الْمُسْلِمُونَ في صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بَهُمْ لَمْ يَفْجَأْهُمْ إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ فِي صُفُوفِ الصَّلاَةِ. ثُمَّ تَبَسَّمَ يَضْحَكُ!

Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”

Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya.

Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan, beliau bersabda,

فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.

“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.
Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung. Namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.

Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!
Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.


Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyum mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkan boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.

Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:

“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni, Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- terhadap saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”


Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, akan tetapi membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”


Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.

Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar. Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira.


So, marilah kita senantiasa mengikuti sunah2 Rasulullah saw, Qudwah kita dalam menjalani kehidupan ini untuk mendapatkan apa apa yang akan bernilai ibadah di mata Allah SWT.
Wallahu'alam bissowab.

Monday, October 27, 2008

Foto di pulau Mubut


Pengalaman yang tak terlupakan saat aku ikut suamiku tercinta Ir. H. Ria Saptarika ke pulau Mubut untuk panen perdana ikan kerapu macan.Di sebelah kananku adalah Bp.H. Irwasyah,SE dari komisi II DPRD kota Batam yang ikut dalam rombongan kami ke pulau itu.
Suasana yang penuh gembira dan harapan akan masa depan yang lebih baik terpancar dari wajah wajah masyarakat pulau Mubut yang terletak di kelurahan Karas kec. Galang.
Semoga ini suatu solusi di mana potensi dan kekayaan hasil budi daya laut di kepri khususnya perairan di Galang sangat menjanjikan apabila di perhatikan dan kelola dengan baik.

Adapun kaum perempuan di pulau kecil ini belum mempunyai keterampilan yang memadai untuk membuat kerajinan tangan dari hasil laut. Hal yang sudah dilakukan oleh masyarakat disini adalah membantu para suami mengelola ikan teri dari mulai di matangkan lalu di jemur kemudian di pilah pilah dari tercampurnya dengan ikan tamban kecil, ketika sudah kering baru kemudian di jual.

Hal yang membuat aku terharu adalah ketika aku berfoto bersama dengan para siswa/i SDN di sana mereka sangat senang dan tampak gembira sekali. Ada hal yang membuat aku merasa lucu kala mengingatnya, ada salah satu siswi memanggilku dengan sebutan "Ibu guru Ummi" yang maksudnya adalah dia memanggilku ibu guru, lalu Ummi itu dikira adalah namaku, padahal dalam bahasa arab "Ummi" artinya adalah Ibu.

Semoga mereka kelak menjadi anak anak yang berhasil mengharumkan nama Batam wabil khusus pulau Mubut. Semoga.....

Foto lainya:










Tontonan Yang Menyesatkan






Berikut ini ada artikel bagus tentang tayangan di televisi khususnya tayangan2 yang aman di konsumsi oleh anak anak, remaja, dewasa dan untuk semua golongan umur. artikel ini saya kutip dari majalah ummi edisi 6 oktober 2008. semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya para orang tua, pendidik dan bagi yang peduli akan pendidikan anak anak di masa yang akan datang.