Thursday, May 13, 2010

Khitanan Massal







Dalam rangka hari jadi Forum Ukhuwah Muslimah Batam yang ke 1, bertempat di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP-IT)Al-Muhajirin, Tiban,diselenggarakan khitanan massal yang di ikuti oleh sekitar 20 an anak anak.
Para orang tua bahkan anak anak yg akan ikut dalam kegiatan ini terlihat semangat sekali sampai sampai mereka mengadakan syukuran bersama yg tentunya semua ini telah di siapkan oleh para panitia yg dalam hal ini adalah yang punya hajatan yaitu FUMB.

Tuesday, April 20, 2010

Bisa Membaca Tanpa Melihat....Subhanallah..





IBU WAWAKO BATAM MEMBUKA BRAIN CHILD LEARNING BATAM DI HOTEL 89, PENUIN

Sebanyak 20 anak yang mengikuti pelatihan BCL (Brain Child Learning) mendengarkan dengan serius cerita yang berupa anekdot yang disampaikan oleh Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika, SE, ibu Wawako Batam.

Monday, April 05, 2010

Muhasabah

Seperti sudah puluhan tahun lamanya perasaan ini mendera di dalam kalbu yang paling dalam.
Bagaimana tidak, kejadian sore kemarin begitu jelas tergambar lagi di pelupuk mataku yang masih sembab oleh karena menangis semalaman suntuk, bermunajah di hadapan sang Maha Pencipta, sang Khalik pemilik seluruh isi alam maya pada ini.

Wednesday, March 31, 2010

Ibu Wawako Menghadiri Pembukaan Bazar MTQ Ke XXV Tingkat Kota Batam




Di sore menjelang malam hujan sempat mengguyur Kota Batam tercinta ketika akan diadakan pembukaan Bazar MTQ ke XXV Tingkat Kota Batam, namun semangat Ibu-ibu PKK tetap menggelora meskipun dengan berbecek-becek ria mereka tetap menghadiri pembukaan Bazar tersebut, salah satunya adalah istri dari Wakil Walikota Batam kita, Bpk. Ir.H.Ria Saptarika, yaitu Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika,SE tetap hadir dalam acara tersebut.

Tuesday, March 09, 2010

Wisuda TPA di Tiban Housing dihadiri oleh Ibu Wawako Batam




Jam dinding menunjukkan pukul 09.35 WIB saat rombongan Ibu Wawako Batam, Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika, SE tiba di halaman Masjid Al Mubarokah, Bukit Tiban Permai,Tiban Baru.

Thursday, March 04, 2010

KOPDAR BLOGGER...HAPPY ANNIVERSARY 2Th BBC DI ENGKU PUTRI
SABTU, 27 FEBRUARI 2010



Tuesday, December 22, 2009

Ibu Wawako Batam Menghadiri Acara Pronas & Reses DPR RI yang di gelar oleh Bidwan DPD PKS Kota Batam




Di pagi hari yang cerah, sekelompok Ibu-ibu berkumpul dilapangan pintu gerbang Batu Merah, Kec. Batu Ampar, tak lain tak bukan adalah untuk menghadiri acara Pronas dan Reses DPR RI bersama Ustadzah Herlini Amran, MA. Beliau adalah Anggota Legislatif dari komisi 10 yang membidangi bidang Pendidikan, Pemuda & Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kebudayaan & Pariwisata.

Selain Anggota Legislatif dari DPR RI, acara ini dihadiri oleh istri orang nomor dua (2) Kota Batam, yaitu istri dari Wakil Walikota Batam, Ir. H. Ria Saptarika, beliau adalah Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika, SE yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam.

Sunday, December 13, 2009

KASIHAN NASIB BLOG KU, SDH LAMA TIDAK KUSAMBANGI

Memang sudah sangat lama blog saya tdk di update, salah satunya kena gelombang facebook yg sangat dahsyat.

Sejatinya blog adalah sebuah diary yg penting, yg harus terus di update sehingga banyak manfaat dan nilai positif yg di dapat.

Pertemanan juga bisa terjalin, walau tdk seheboh facebook, tapi di bloog sifatnya menyimpan memori memori atau data kegiatan, atau hal lain yg mungkin di kala nanti sangat penting bagi kita.

So.......mari kita ngeblog lagi.

medio on dec 09

Monday, July 20, 2009

Untuk Kali Kedua Ibu Wawako Batam menghadiri Wisuda LPGTKI Ar Risalah

Di Sabtu pagi, tepatnya tanggal 18 Juli 2009, Ibu Wawako Batam, Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika, SE datang ke Hotel Nagoya Plaza untuk menghadiri Wisuda Mahasiswi LPGTKI Ar Risalah Angkatan ke VIII, tahun ajaran 2008 - 2009, tepatnya diruang Bantimurung lantai 3.

Monday, June 15, 2009

Ibu Wawako Batam menghadiri Acara Temu BBC di BCS Mall

Di siang hari, tepatnya di hari Sabtu, tgl 13 Juni 2009 Ibu Wawako Batam, Ibu Hj. Suparti Ria Saptarika, SE bersama anak2, termasuk anak terkecilnya yang baru menginjak usia 2,5 bulan menghadiri acara temu BBC ( Batam Blogger Community ) di atrium BCS Mall.

Tuesday, January 13, 2009

Siapa Peduli Palestina


Aku (pakai jilbab pink) diantara masyarakat Batam yang peduli akan nasib Palestina mengikuti munasharah/penggalangan dana di Batam Center.

Inilah amplop uang hasil celengan yang sudah Zhilla serahkan ke sekolahnya untuk Palestina.


Sungguh luar biasa pemberitaan yang kita saksikan dua minggu terakhir ini, dimana Isrel menggempur Gaza dengan membabi buta dan tidak berperikemanusiaan dengan merasa tidak ada yang bisa menandingi kebiadaban israel ini, maka israel semakin menjadi jadi.

Thursday, January 08, 2009

Santunan Istri Pejabat di Hari Asyura


Gabungan Majlis Taklim (MT) se-Kota Batam menyantuni 1.060 yatim piatu dalam rangka peringatan hari asyura 10 Muharram 1430H yang jatuh pada tanggal 7 januari 2009 di Politeknik Batam, Rabu (7/1). Kegiatan yang diberi nama "Peduli Terhadap Seribu Anak Yatim" ini berlangsung sukses dan meriah.

Tuesday, November 25, 2008

Senyum Membuat Hidup Lebih Berarti

Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum akan kemuliaan dan kebesaran pribadi Muhammad saw.

Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, dan sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.

Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman.

Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S An Naml:19)

Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.

فهذا جرير -رضي الله عنه- يقول -كما في الصحيحين-: ما حَجَبني رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- منذُ أسملتُ، ولا رآني إلا تَبَسَّم في وجهي.

Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata,

“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”

Suatu ketika Muhammad saw didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad, sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras,

“Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ituk serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.


يقول كعب -رضي الله عنه- بعد أن ذكر اعتذار المنافقين وحلفهم الكاذب: فَجِئْتُهُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ، ثُمَّ قَالَ «تَعَالَ» . فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ.


Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka: “Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”

Suatu ketika Muhammad melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.
Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci ini, sampai akhir detik-detik hayat beliau.

- يقول أنس -كما في الصحيحين-: بينما الْمُسْلِمُونَ في صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بَهُمْ لَمْ يَفْجَأْهُمْ إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ فِي صُفُوفِ الصَّلاَةِ. ثُمَّ تَبَسَّمَ يَضْحَكُ!

Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”

Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya.

Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan, beliau bersabda,

فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.

“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.
Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung. Namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.

Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!
Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.


Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyum mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkan boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.

Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:

“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni, Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- terhadap saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”


Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, akan tetapi membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”


Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.

Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar. Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira.


So, marilah kita senantiasa mengikuti sunah2 Rasulullah saw, Qudwah kita dalam menjalani kehidupan ini untuk mendapatkan apa apa yang akan bernilai ibadah di mata Allah SWT.
Wallahu'alam bissowab.

Monday, October 27, 2008

Foto di pulau Mubut


Pengalaman yang tak terlupakan saat aku ikut suamiku tercinta Ir. H. Ria Saptarika ke pulau Mubut untuk panen perdana ikan kerapu macan.

Tontonan Yang Menyesatkan






Berikut ini ada artikel bagus tentang tayangan di televisi khususnya tayangan2 yang aman di konsumsi oleh anak anak, remaja, dewasa dan untuk semua golongan umur. artikel ini saya kutip dari majalah ummi edisi 6 oktober 2008. semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya para orang tua, pendidik dan bagi yang peduli akan pendidikan anak anak di masa yang akan datang.